Diabetes melitus pada anak. Diabetes pada anak merupakan
salah satu masalah kesehatan yang paling serius abad ini dan sebenarnya sudah
menjadi masalah dunia lebih dari 25 tahun lamanya. Diabetes tipe-1 pada anak
tidak hanya terkait dengan masalah gen dan lingkungan semata tetapi juga dengan
pola makan dan aktivitas, sehingga deteksi dini dan penanganan yang tepat
sangat diperlukan.
Indonesia memang belum memiliki
angka insiden yang pasti tentang kejadian DM
tipe-1 pada anak. Akan tetapi, apabila merujuk pada angka kejadian di
negara seperti Singapura dan Malaysia yang memiliki latar belakang etnis dan
kultural yang hampir sama dengan negara kita, perkiraan terjadinya insiden
adalah 0,3 per 100.000 anak per tahunnya. Jika mengacu pada jumlah anak yang
mencapai 83 juta dari keseluruhan populasi, maka 240 kasus baru DM tipe-1 akan
muncul di Indonesia tiap tahunnya. Angka yang saat ini tidak terdata karena
kurangnya kewaspadaan semua pihak tentang DM tipe-1 pada anak.
Angka kejadian DM tipe-1 di
Indonesia belum diketahui secara pasti karena data statistik yang tidak
memadai. Setelah melakukan pendataan pasien di seluruh Indonesia selama 2
tahun, Unit Kelompok Kerja (UKK) Endokrinologi Anak Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI) mendapatkan 674 data penyandang DM tipe-1 di Indonesia. Data
ini diperoleh melalui kerjasama berbagai pihak di seluruh Indonesia mulai dari para
dokter anak, endokrinolog anak, spesialis penyakit dalam, perawat edukator DM,
data Ikatan Keluarga Penyandang Diabetes melitus Anak dan Remaja (IKADAR),
penelusuran dari catatan medic pasien, dan juga dengan perawat edukator
National University Hospital Singapura untuk memperoleh data anak Indonesia
penyandang DM yang menjalani pengobatan di Singapura.
DM tipe-1 yang menyerang
anak-anak adalah kelainan sistemik yang terjadi akibat gangguan metabolisms
glukosa yang ditandai oleh hiperglikemia kronik. Keadaan ini diakibatkan oleh
kerusakan sel penghasil insulin di kelenjar liur lambung (pankreas) sehingga
produksi insulin berkurang dan bahkan terhenti. Insulin adalah hormon penting
yang berperan dalam menjaga keseimbangan gula dalam tubuh. Penyakit DM tipe-1
disebabkan oleh proses autoimun, yaitu suatu keadaan di mana terjadi kerusakan
sistem imunitas tubuh sehingga tubuh menghasilkan zat anti terhadap sel
penghasil insulin. Proses ini diketahui terkait dengan kerusakan gen tertentu
yang dapat diturunkan dari orangtua kepada anak (hanya 10% kasus) atau
kerusakan gen yang terjadi spontan (akibat infeksi, polusi, radiasi, konsumsi
obat, dan lain sebagainya). Oleh karena itu, penyakit DM tipe-1 pada anak
merupakan penyakit yang tidak dapat dicegah dan sangat sulit untuk diketahui
sejak dini sebelum timbulnya gejala klinis seperti yang telah diuraikan pada
paragraf sebelumnya.
DM tipe-1 bisa terjadi pada anak
tanpa memandang usia. Data yang terkumpul di UKK Endokrin Anak saat ini
menunjukkan bahwa anak Indonesia paling banyak terdiagnosis DM tipe-1 pada usia
10-15 tahun. Dengan total populasi penduduk Indonesia yang mencapai 267.556.363
(data sensus penduduk 2010) dan lebih dari 83 juta di antaranya adalah
anak-anak, sangat mungkin bahwa di luar sana ada banyak anak penyandang DM yang
tidak terdiagnosis atau bahkan meninggal tanpa pernah diketahui menyandang DM
karena kurangnya pengetahuan semua pihak (mulai dari dokter, perawat, tenaga
kesehatan lainnya, dan masyarakat itu sendiri).
Sungguh merupakan hal yang mengkhawatirkan
bila bayi kita telah terkena diabetes. Sebagai orangtua, mungkin kita akan
bingung, marah, dan bahkan menyalahkan diri sendiri. Akan tetapi, satu-satunya
hal yang bisa kita lakukan adalah membantu anak melalui permasalahan ini.
Berikut ini adalah beberapa kasus yang dialami oleh orangtua yang bayinya
mengidap diabetes.
Pada tahun 2006, pekerja riset di
Exeter dan Oford menemukan bukti bahwa bayi yang didiagnosis di bawah usia 6
bulan biasanya mengidap diabetes yang tidak memerlukan pengobatan dengan
insulin. Seperti halnya bayi mungil Anda, sebagian besar anak-anak ini
didiagnosis pada usia 4-6 minggu dan mereka memiliki kondisi yang disebut
dengan diabetes neonatal yang dapat dikonfirmasi dengan uji genetik. Jika tes ini positif, diabetesnya harus
dikontrol oleh obat yang disebut glibenklamid yang tersedia dalam bentuk cair
dan dapat ditambahkan dalam makanan. Banyak kasus diabetes neonatal hilang
sendiri pada tahun pertama, sedangkan pada kasus lain dapat diobati dengan
glibenklamid dalam jangka panjang.
DM merupakan suatu penyakit
metabolik yang bersifat kronis serta berpotensi
mengganggu pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Falsafah dasar
dalam tata laksana penyakit DM adalah kedisiplinan dan keteraturan dalam
pengobatan dan pola hidup sehari-hari. Selain itu, anak juga mempunyai
kebutuhan khusus akan kasih sayang, aturan, dan pendidikan (asah) dalam proses
perkembangan dirinya sehingga penatalaksanaan DM pada anak membutuhkan
pendekatan yang komprehensif dari berbagai profesional.
